KSBSI menuju Pentas Politik 2014
Banyak para buruh yang bertanya "mengapa buruh tidak membentuk partai sendiri?' ya... pertanyaan yang sangat brillian, namun kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan. Partai Buruh gagal mendapatkan tempat di hati buruh. KSBSI di awal reformasi memandang, setelah era reformasi, buruh harus merebut pentas politik dalam rangka membawa perubahan dan memastikan bahwa refromasi berjalan sesuai dengan aspirasi rakyat dan buruh.
Namun kenyataannya beberapa kali pemilu Partai Buruh gagal mendapatkan dukungan dari kalangan buruh sendiri. Buruh lebih memilih partai yang berlatarbelakang agama dan nasionalis. Partai Buruh sebagai partai yang mengusung ide Sosial Demokrat gagal karena beberapa hal: 1. Jumlah buruh terorganisir di Serikat Buruh masih sangat kecil. 2. Banyak Serikat Buruh menjadi sayap partai politik yang beraliran nasionalis dan agama. 3. Partai-partai nasionalis mampu membimbing persepsi masyarakat bahwa mereka adalah juga Sosial Demokrat dengan jargon kampanye ekonomi kerakyatan. Dalam program dan AD/ART partai yang nasionalis tidak satupun yang jelas-jelas menunjukkan diri sebagai Liberal, Sosial Demokrat, atau sosialis.... semuanya abu-abu dan tidak memiliki Platform ideologi yang jelas. Semuanya mengiklankan sebagai Pancasilais... tanpa menunjuk sila mana yang diprioritaskan. 4. Anggaran Partai Buruh yang terbatas dan tidak mendapatkan sokongan modal dari kalangan menengah, akhirnya membuat partai ini hanya menjadi partai kecil dan tidak signifikan medulang suara.
Tidak ada pilihan lain, KSBSI harus mampu mempengaruhi kebijakan di parlemen baik pusat maupun daerah. Untuk itu sejak periode 2011-2015 KSBSI mulai putar haluan dan memutuskan untuk tidak lagi mendukung Partai Buruh dan mempersilahkan anggota untuk memilih partai yang dianggap mampu menyalurkan aspirasi buruh, agar dikemudian hari setidaknya KSBSI dapat mengakses wakil KSBSI yang ada di Parlemen dalam rangka perjuangan perundangan, Kebijakan Negara dan Kebijakan Daerah yang memihak buruh dan rakyat.
Ada beberapa tokoh KSBSI baik di daerah dan pusat yang mulai akses politik: Rekson Silaban Ketua MPO KSBSI calon DPD DKI Jakarta, Masmur Siahaan ketua DPC Batam calon DPRD Kota Batam dari partai PKPI, Sumantri Ketua Korwil Banten calon DPRD Banten dari Partai Hanura, dll.
Blok ini akan menjadi media kampanye dan interaksi bagi kader KSBSI dalam rangka memperkenalkan diri, visi, dan misi mereka bagi rakyat yang diwakilinya.
Kita doakan dan dukung .... semoga calon-calon politisi dari KSBSI dapat berbakti pada pentas yang baru, Politik.
